Kisah Mualaf Asal Korsel, dari Benci Islam hingga Mantap Jadi Muslim

 Seorang mualaf asal Korea Selatan (Korsel) Son Ju Yeong alias Muhammad Son membagikan kisahnya dari membenci agama Islam hingga memeluk Islam.


Dia menceritakan, citra tentang Islam yang dibangun untuk anak-anak dan masyarakat di Korsel hanyalah hal yang buruk-buruk saja, seperti kekerasan, terorisme, dan lainnya.


"Saya dulu sangat benci sama Islam. Sebelum sadar, saya berpikir manusia adalah paling cerdas, maju dan pemilik bumi,” katanya dalam Mualaf Talks bertema "Menjadi Muslim yang Berdaya dan Menginspirasi" di Aula Masjid Al Madinah, Zona Madina Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, Minggu (19/12/2021).


Dia juga sempat merasa jengkel dan menganggap ajaran Islam berlebihan, seperti harus shalat, harus berwudhu sebelum shalat, makan harus dengan tangan kanan, hingga menutup aurat. Terlebih, di Korsel saat musim panas cuaca lebih panas dari Indonesia.


Bahkan, Son pernah menjebak 80 pekerja dari Indonesia melalui makanan. Sebagai mandor, dia memasukkan makanan mengandung babi dan minuman mengandung soju.


“Banyak yang menolak dan melawan itu, hingga akhirnya ada yang benar-benar melawan dengan dakwah. Nah, dari situlah saya mulai mencari tahu tentang Islam," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.


Di satu titik, Son sadar, jika Islam keras dan muslim adalah teroris, mengapa dia tidak mati saat berada di tengah orang Islam dan berkunjung di negara muslim seperti Indonesia.


Setelah bekerja bersama para tenaga kerja Indonesia (TKI) selama 17 tahun Indonesia, dia pun penasaran dan ingin mempelajari Islam, terlebih dia sudah mahir berbahasa Indonesia.


"Setelah mempelajari, saya tertarik dengan ayat-ayat Allah SWT. Semakin hari saya belajar, saya semakin ingin memperdalamnya,” katanya.


Dia menyebutkan, ayat-ayat Allah membuatnya takut karena dia dulu senang berbuat maksiat.





Komentar